Pinjaman Modal Usaha Terbaik di Indonesia 2026
Kami mematuhi
Butuh modal untuk memulai atau mengembangkan usaha? Kami membandingkan pinjaman modal usaha dari bank, fintech, dan program KUR pemerintah agar Anda b...
- Bunga mulai 6% per tahun untuk program KUR pemerintah.
- Plafon pinjaman hingga ratusan juta rupiah tanpa jaminan.
- Proses cepat dan mudah, bandingkan langsung di sini.
Temukan pinjaman bisnis Anda

Sejak 2014, Financer telah membantu 35.080 orang membuat keputusan keuangan yang lebih baik.
Hasil Anda
Filters
Filter
Tidak ada perusahaan yang ditemukan, silakan coba filter yang berbeda atau lihat 3 perusahaan teratas di bawah ini.
Dicek oleh 4 orang
Meskipun kami berusaha keras untuk menjaga data tetap terbaru, kami tidak dapat menjamin keakuratan lengkap secara harian
Mencari pinjaman modal usaha yang tepat bisa menjadi langkah penting untuk memulai atau mengembangkan bisnis Anda.
Di Indonesia, pelaku UMKM memiliki banyak pilihan pembiayaan, mulai dari pinjaman modal usaha dari pemerintah melalui program KUR dengan bunga 6% per tahun, pinjaman online dari fintech terdaftar OJK, hingga kredit modal kerja dari bank konvensional.
Bagi yang membutuhkan pinjaman modal usaha cepat cair, fintech P2P lending bisa menjadi alternatif dengan pencairan dalam 1-3 hari kerja.
Secara umum, pinjaman modal usaha terbagi menjadi dua jenis utama: pinjaman dengan jaminan (agunan) dan pinjaman tanpa jaminan.
Gunakan alat perbandingan Financer di bawah ini untuk menemukan pinjaman modal usaha yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Apa Itu Modal Usaha?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), modal adalah uang yang digunakan untuk transaksi jual beli yang bertujuan menghasilkan keuntungan.
Pada intinya, modal usaha adalah dana yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis dalam jangka waktu tertentu.
Penggolongan Bisnis Menurut PP No. 7 Tahun 2021
Klasifikasi UMKM di Indonesia kini mengacu pada PP No. 7 Tahun 2021 (turunan UU Cipta Kerja), yang menggunakan modal usaha dan omzet tahunan sebagai kriteria utama.
Usaha mikro memiliki modal usaha hingga Rp1 miliar (tidak termasuk tanah dan bangunan) dengan omzet tahunan maksimal Rp2 miliar.
Usaha kecil memiliki modal usaha antara Rp1 miliar hingga Rp5 miliar, dengan omzet tahunan Rp2 miliar hingga Rp15 miliar.
Usaha menengah memiliki modal usaha antara Rp5 miliar hingga Rp10 miliar, dengan omzet tahunan Rp15 miliar hingga Rp50 miliar.
Syarat Pinjaman Modal Usaha
Setiap bank dan lembaga keuangan memiliki persyaratan yang sedikit berbeda. Namun secara umum, berikut kriteria dasar yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pinjaman modal usaha:
Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia.
Memiliki usaha yang aktif berjalan minimal 6 bulan (untuk KUR dan kredit bank).
Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, maksimal 60 tahun saat pelunasan.
Tidak memiliki tunggakan kredit atau catatan SLIK OJK yang bermasalah.
Untuk fintech P2P lending, syarat bisa lebih fleksibel namun suku bunga umumnya lebih tinggi.
Persyaratan Dokumen Modal Usaha
Disamping itu, dalam pengajuan permodalan usaha, terdapat beberapa dokumen yang wajib disertakan saat mengajukan dana usaha.
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Akta Nikah (jika sudah menikah).
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), wajib untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
Rekening tabungan 3 bulan terakhir.
Surat izin usaha: NIB, SIUP, atau surat keterangan usaha dari kelurahan.
Laporan keuangan usaha (untuk kredit investasi atau pinjaman di atas Rp100 juta).
Slip gaji (khusus karyawan yang mengajukan kredit modal kerja).
Cara Kerja Pinjaman Modal Usaha
Berikut cara kerja pinjaman modal usaha:
Pengajuan Pinjaman
Untuk memulai, Anda harus mengajukan pinjaman modal usaha ke bank, fintech, atau lembaga keuangan lainnya.
Biasanya, Anda akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan dan melampirkan dokumen-dokumen penting, seperti KTP, NPWP, laporan keuangan usaha, dan dokumen pendukung lainnya.
Proses Penilaian
Setelah pengajuan, pihak pemberi pinjaman akan menilai kelayakan usaha Anda.
Penilaian ini biasanya mencakup pemeriksaan kondisi keuangan usaha, pengalaman usaha, serta proyeksi usaha ke depan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa usaha Anda dapat menghasilkan keuntungan dan mampu membayar pinjaman.
Persetujuan dan Penawaran Pinjaman
Jika pengajuan Anda disetujui, pihak pemberi pinjaman akan memberikan penawaran mengenai jumlah pinjaman, suku bunga, tenor (jangka waktu), dan syarat lainnya.
Anda bisa menerima atau menolak penawaran tersebut sesuai dengan kondisi usaha Anda.
Pencairan Dana
Setelah Anda menyetujui semua syarat dan ketentuan, dana pinjaman akan dicairkan. Pencairan dana bisa dilakukan dalam bentuk transfer langsung ke rekening bank Anda atau sesuai kesepakatan dengan pihak pemberi pinjaman.
Pembayaran Cicilan
Anda harus membayar cicilan pinjaman sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati. Pembayaran cicilan ini mencakup pokok pinjaman dan bunga (jika ada).
Biasanya cicilan dilakukan setiap bulan, dan Anda bisa memilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan aliran kas usaha Anda.
Pelunasan Pinjaman
Setelah semua cicilan dibayar lunas, pinjaman dianggap selesai dan Anda bebas dari kewajiban.
Namun, jika mengalami kesulitan dalam membayar cicilan, Anda bisa mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada pihak pemberi pinjaman untuk mendapatkan kelonggaran waktu atau pengaturan pembayaran ulang.
Kredit UMKM Berdasarkan Kegunaan
1. Kredit Modal Kerja
Kredit modal kerja diberikan untuk membiayai kebutuhan operasional harian bisnis, seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji, atau stok barang dagangan.
Pembayaran cicilan dapat disesuaikan dengan kemampuan debitur dan bisa diperpanjang jika diperlukan. Banyak bank menawarkan kredit modal kerja dengan bunga kompetitif untuk pelaku UMKM.
2. Kredit Investasi
Kredit investasi digunakan untuk membeli barang modal, merenovasi, memperbarui, atau memperluas kapasitas usaha.
Pinjaman ini biasanya diberikan kepada pengusaha yang sudah menjalankan bisnis minimal 6 bulan. Jangka waktu pelunasannya lebih fleksibel, bisa dicicil hingga 5 tahun atau lebih.
3. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
KUR adalah program pinjaman dari pemerintah yang ditujukan khusus untuk pelaku UMKM. Di tahun 2026, suku bunga KUR ditetapkan sebesar 6% per tahun untuk pengajuan pertama.
Ada tiga jenis KUR:
- KUR Super Mikro: Plafon hingga Rp10 juta, bunga mulai 3% per tahun, tanpa agunan.
- KUR Mikro: Plafon hingga Rp100 juta, bunga 6% per tahun, tanpa agunan.
- KUR Kecil: Plafon hingga Rp500 juta, bunga 6% per tahun, memerlukan agunan.
KUR tersedia di bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan bank daerah lainnya.
Kredit UMKM Berdasarkan Jaminan
Dalam UMKM, ada dua jenis kredit yang bisa diajukan berdasarkan jaminannya. Berikut penjelasannya:
1. Kredit Dengan Agunan
Jenis kredit ini lebih dikenal sebagai kredit multiguna yang mensyaratkan jaminan berupa aset berharga, seperti sertifikat tanah, BPKB kendaraan, deposito, atau emas.
Kredit ini cocok bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal besar karena menawarkan suku bunga lebih rendah dan tenor yang lebih panjang.
Namun, peminjam harus memiliki aset sebagai jaminan, dan proses pencairannya memerlukan waktu lebih lama karena bank harus menilai kelayakan serta nilai pasar aset tersebut.
2. Kredit Tanpa Agunan
Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah pinjaman modal usaha kecil yang bisa dicairkan tanpa perlu memberikan jaminan aset. Pinjaman ini cocok bagi Anda yang ingin memulai bisnis tetapi terkendala modal awal.
Namun, KTA biasanya memiliki suku bunga lebih tinggi dibandingkan kredit dengan jaminan. Selain itu, jumlah pinjaman dan jangka waktunya juga lebih terbatas dibandingkan kredit multiguna.
Usaha Tanpa Modal
Memulai bisnis tanpa modal besar memang bisa dilakukan. Di era digital, banyak peluang usaha yang hanya membutuhkan smartphone atau laptop untuk memulai.
Contohnya, menjadi reseller atau dropshipper di marketplace, membuka jasa freelance (desain, penulisan, penerjemahan), menjadi content creator, atau membuka les privat online.
Jika bisnis tanpa modal Anda mulai berkembang dan butuh tambahan dana, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha melalui mitra Financer untuk membawa bisnis ke tahap berikutnya.
Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha
Bagaimana cara memperoleh pinjaman modal usaha? Berikut langkah-langkahnya di Financer.id:
Tentukan Plafon Pinjaman Usaha
Pilih tenor pinjaman yang ingin dipinjam.
Filter Pinjaman
Cek hasil berdasarkan kriteria dan bandingkan kredit terbaik.
Pilih Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan
Temukan produk paling cocok untuk kebutuhan Anda.
Isi Aplikasi Pinjaman Usaha
Klik Ajukan Sekarang untuk mengisi aplikasi pinjaman dana usaha.
Tips Penting Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha
Pastikan Anda tidak sedang menerima kredit online dari bank, fintech atau lembaga keuangan lainnya.
Pastikan bisnis Anda dalam keadaan sehat dan produktif. Sehat dalam artian usaha Anda memperoleh keuntungan dan tidak mengalami kerugian dan ini dapat dilihat dari laporan keuangan bisnis.
Pastikan bisnis Anda telah berjalan minimal 6 bulan karena peluang usaha untuk disetujui lebih besar jika eksistensi bisnis Anda dapat terlihat.
Kelebihan Modal Usaha
Berikut kelebihan modal usaha:
Program KUR pemerintah menawarkan bunga rendah mulai 6% per tahun untuk pelaku UMKM.
KUR Super Mikro dan Mikro tidak memerlukan agunan, cocok untuk usaha kecil.
Plafon pinjaman bervariasi dari Rp10 juta hingga Rp500 juta tergantung jenis kredit.
Fintech P2P lending terdaftar OJK menawarkan pencairan cepat dalam 1-3 hari kerja.
Tenor fleksibel mulai dari 12 hingga 60 bulan sesuai kemampuan bayar.
Pinjaman modal usaha membantu UMKM mengembangkan bisnis tanpa harus menunggu modal dari tabungan.
Proses pengajuan makin mudah karena banyak bank dan fintech yang menyediakan layanan online.
Kekurangan Modal Usaha
Berikut kekurangan modal usaha:
Pinjaman harus dikembalikan beserta bunga dalam jangka waktu yang disepakati.
KTA dan pinjaman fintech memiliki suku bunga lebih tinggi dibandingkan KUR (bisa 0,75%-2,5% per bulan).
Gagal bayar cicilan akan tercatat di SLIK OJK dan menyulitkan pengajuan kredit di masa depan.
Biaya tambahan seperti administrasi, provisi, dan asuransi bisa menambah total biaya pinjaman.
Tips Memilih Pinjaman Modal Usaha yang Tepat
Berikut tips memilih modal usaha yang tepat:
Tentukan Kebutuhan Dana Jika hanya untuk kebutuhan operasional harian, pinjaman jangka pendek tanpa agunan bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Bandingkan Suku Bunga Cari pinjaman dengan bunga yang kompetitif agar tidak terlalu membebani keuangan bisnis Anda.
Sesuaikan Jangka Waktu Cicilan Tenor panjang membuat cicilan lebih ringan, tetapi total bunga lebih besar. Pilih sesuai dengan kemampuan bisnis Anda.
Periksa Syarat dan Dokumen Pastikan Anda memahami persyaratan pinjaman, termasuk dokumen yang dibutuhkan dan apakah diperlukan jaminan.
Cermati Biaya Tambahan Selain bunga, perhatikan biaya administrasi, asuransi, dan denda keterlambatan agar tidak ada kejutan di kemudian hari.
Pilih Lembaga yang Terpercaya Pastikan bank atau fintech yang dipilih terdaftar di OJK untuk menghindari risiko penipuan.
Pilih Pinjaman yang Fleksibel Beberapa pinjaman memungkinkan pelunasan lebih cepat atau perubahan tenor, yang bisa berguna jika kondisi bisnis berubah.
Pilih Jenis Pinjaman yang Sesuai Jika usaha masih baru, pinjaman tanpa jaminan bisa lebih praktis. Jika sudah stabil dan memiliki aset, pinjaman dengan agunan bisa memberikan plafon lebih besar dan bunga lebih rendah.
Pastikan Bisnis Mampu Membayar Cicilan Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan cicilan tidak mengganggu arus kas dan kelangsungan bisnis Anda.
Jangan Ragu Mengambil Modal Usaha Untuk Bisnis Anda
Memilih pinjaman modal usaha yang tepat adalah langkah penting untuk kesuksesan bisnis Anda. Pastikan Anda membandingkan beberapa opsi sebelum mengajukan, perhatikan suku bunga, tenor, biaya tambahan, dan apakah pinjaman tersebut sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Jika usaha Anda termasuk kategori UMKM, manfaatkan program KUR dari pemerintah yang menawarkan bunga rendah mulai 6% per tahun. Untuk kebutuhan yang lebih cepat, pinjaman dari fintech terdaftar OJK bisa menjadi alternatif dengan proses pencairan 1-3 hari kerja.
Gunakan alat perbandingan Financer di atas untuk menemukan pinjaman modal usaha terbaik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan bisnis Anda.
Pertanyaan Umum
Apa itu pinjaman modal usaha?
Pinjaman modal usaha adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh bank, fintech, atau lembaga keuangan kepada pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Pinjaman ini bisa berupa kredit modal kerja untuk operasional harian, kredit investasi untuk pembelian aset, atau KUR dari pemerintah dengan bunga rendah mulai 6% per tahun.
Bagaimana cara mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan?
Ada beberapa cara mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan:
- KUR Super Mikro dan Mikro: Program pemerintah dengan plafon hingga Rp100 juta, bunga 6% per tahun, tanpa agunan.
- KTA (Kredit Tanpa Agunan): Ditawarkan oleh bank dengan plafon hingga Rp300 juta, namun bunga lebih tinggi.
- P2P Lending: Platform fintech terdaftar OJK yang menawarkan pencairan cepat 1-3 hari kerja.
Pastikan lembaga pemberi pinjaman terdaftar dan diawasi oleh OJK untuk menghindari risiko penipuan.
Berapa suku bunga pinjaman modal usaha di Indonesia?
Suku bunga pinjaman modal usaha bervariasi tergantung jenisnya. KUR pemerintah menawarkan bunga paling rendah yaitu 6% per tahun untuk pengajuan pertama. KTA dari bank berkisar 0,5%-2% per bulan. Sedangkan pinjaman dari fintech P2P lending berkisar 0,75%-2,5% per bulan. Selalu bandingkan suku bunga efektif per tahun sebelum memilih pinjaman.
Apa saja syarat mengajukan KUR untuk modal usaha?
Syarat utama mengajukan KUR meliputi: WNI dengan KTP dan KK, memiliki usaha aktif minimal 6 bulan, tidak sedang menerima kredit dari bank lain (kecuali KPR dan kartu kredit), memiliki NIB atau surat keterangan usaha, dan NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta. KUR Super Mikro dan Mikro tidak memerlukan agunan, sedangkan KUR Kecil (plafon hingga Rp500 juta) memerlukan jaminan.
Apa perbedaan KUR Mikro dan KUR Kecil?
KUR Mikro memiliki plafon pinjaman hingga Rp100 juta dengan bunga 6% per tahun dan tidak memerlukan agunan. KUR Kecil memiliki plafon lebih besar hingga Rp500 juta, namun memerlukan agunan berupa aset seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan. Keduanya tersedia di bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BCA.
Apakah bisa memulai usaha tanpa modal?
Bisa. Di era digital, banyak peluang usaha yang bisa dimulai tanpa modal besar. Contohnya menjadi dropshipper di marketplace, membuka jasa freelance seperti desain atau penulisan, menjadi content creator, atau mengajar les privat online. Jika bisnis berkembang dan butuh tambahan dana, Anda bisa mengajukan pinjaman modal usaha melalui bank atau fintech.


