Wiki

Apa Itu Buku Bank? Panduan Lengkap BUKU dan KBMI

  • BUKU adalah sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan modal inti, kini digantikan oleh KBMI
  • Terdapat 4 kategori: KBMI 1 (hingga Rp6 triliun) sampai KBMI 4 (di atas Rp70 triliun)
  • Semakin tinggi kategori, semakin luas layanan dan semakin aman dana nasabah
  • Bank KBMI 4 seperti BCA, BRI, Mandiri memiliki modal inti terbesar di Indonesia
Ditulis oleh Mentari Rahman

- 26 Mar 2026

Kami mematuhi

5 menit membaca | Investasi

BUKU Bank adalah sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti. Singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha, sistem ini menentukan layanan apa saja yang boleh ditawarkan oleh sebuah bank.

Pada 2026, OJK telah menggantikan istilah BUKU dengan KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti). Meski nama resminya berubah, konsepnya tetap sama: bank dikelompokkan berdasarkan kekuatan modalnya.

Artikel ini membahas secara lengkap tentang sistem BUKU/KBMI, kategorinya, daftar bank di setiap tingkatan, dan apa artinya bagi Anda sebagai nasabah.

Apa Itu BUKU Bank?

BUKU adalah singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha. Ini adalah sistem yang digunakan untuk mengelompokkan bank-bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti yang mereka miliki.

Sistem ini pertama kali diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012, kemudian diperbarui melalui Peraturan OJK Nomor 6/POJK.03/2016.

Modal inti adalah dana utama yang dimiliki bank untuk menjalankan operasional. Terdiri dari modal yang disetor oleh pemilik, ditambah keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi pajak.

Semakin besar modal inti, semakin kuat posisi keuangan bank tersebut. Bank dengan modal inti besar juga lebih mampu menghadapi risiko dan menjaga keamanan dana nasabah.

Pengelompokan ini tidak hanya berlaku untuk bank konvensional tetapi juga untuk bank syariah.

Perubahan dari BUKU ke KBMI

Pada Agustus 2021, OJK resmi mengganti sistem BUKU menjadi KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) melalui POJK Nomor 12/POJK.03/2021.

Perubahan ini bukan sekadar ganti nama. Ambang batas modal inti untuk setiap kategori juga berubah. Berikut perbandingannya:

KategoriBUKU (Lama)KBMI (Baru)
Kategori 1< Rp1 triliunHingga Rp6 triliun
Kategori 2Rp1 - Rp5 triliunRp6 - Rp14 triliun
Kategori 3Rp5 - Rp30 triliunRp14 - Rp70 triliun
Kategori 4Rp30 triliun Rp70 triliun

Dengan aturan baru ini, batas modal inti minimum juga dinaikkan menjadi Rp3 triliun. Artinya, bank-bank kecil yang sebelumnya masuk BUKU 1 harus meningkatkan modal mereka atau melakukan konsolidasi.

Pada 2026, OJK bahkan berencana menghapus kategori KBMI 1 sepenuhnya. Bank-bank di kelompok ini diminta menaikkan modal inti di atas Rp6 triliun, melalui merger, akuisisi, atau penambahan modal.

Komponen BUKU/KBMI Bank

Ada beberapa komponen utama yang menentukan kategori bank dalam sistem BUKU/KBMI:

1. Modal Inti

Dana utama yang dimiliki bank untuk menjalankan usahanya. Semakin besar modal inti, semakin luas cakupan bisnis yang diizinkan oleh regulator.

2. Kegiatan Usaha

Jenis layanan yang boleh ditawarkan bank. Bank KBMI 1 hanya boleh menawarkan layanan dasar, sedangkan bank KBMI 4 bisa beroperasi hingga skala internasional.

3. Jaringan Kantor

Bank dengan kategori lebih tinggi diizinkan membuka cabang lebih luas, termasuk di luar negeri.

4. Penyertaan Modal

Persentase penyertaan modal yang diizinkan berbeda per kategori. Bank KBMI 3 bisa menyertakan modal 25% di lembaga keuangan Asia, sedangkan bank KBMI 4 bisa hingga 35% secara global.

Daftar Bank KBMI 1

Bank KBMI 1 memiliki modal inti hingga Rp6 triliun. Ini adalah kategori terendah dengan cakupan layanan paling terbatas.

Bank di kelompok ini hanya diizinkan melakukan kegiatan dasar seperti:

  • Penghimpunan dan penyaluran dana
  • Pembiayaan perdagangan (trade finance)
  • Kegiatan sistem pembayaran dan e-banking terbatas
  • Perdagangan valuta asing
  • Penyertaan modal sementara untuk penyelamatan pembiayaan

Contoh bank KBMI 1 antara lain Bank Pembangunan Daerah (BPD) kecil dan bank swasta regional.

Perlu dicatat bahwa OJK berencana menghapus kategori ini dan mengharuskan semua bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun.

Daftar Bank KBMI 2

Bank KBMI 2 memiliki modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Bank di kategori ini punya cakupan layanan lebih luas dibandingkan KBMI 1.

Selain layanan dasar, bank KBMI 2 juga boleh:

  • Melakukan kegiatan treasury terbatas (spot dan derivatif)
  • Menyertakan modal hingga 15% di lembaga keuangan dalam negeri
  • Menawarkan layanan e-banking yang lebih lengkap

Contoh bank KBMI 2 antara lain Bank DKI Jakarta, Bank Mega Syariah, dan beberapa BPD besar.

Daftar Bank KBMI 3

Bank KBMI 3 memiliki modal inti antara Rp14 triliun hingga Rp70 triliun. Bank di kategori ini sudah diizinkan beroperasi lintas negara di kawasan Asia.

Kegiatan tambahan yang diperbolehkan:

  • Seluruh kegiatan treasury
  • Penyertaan modal hingga 25% di lembaga keuangan kawasan Asia
  • Jaringan kantor di luar negeri (terbatas kawasan Asia)
  • Kegiatan valuta asing di kawasan Asia
Bank KBMI 3Estimasi Modal Inti
Bank Tabungan Negara (BTN)Rp27 triliun
Bank PermataRp28 triliun
Bank MegaRp20 triliun
Maybank IndonesiaRp22 triliun
HSBC IndonesiaRp18 triliun
Bank BTPN (Jenius)Rp26 triliun
Bank PaninRp38 triliun
Bank DanamonRp40 triliun
CIMB NiagaRp48 triliun
OCBC NISPRp30 triliun

Daftar Bank KBMI 4

Bank KBMI 4 adalah bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun. Ini adalah kategori tertinggi dengan cakupan layanan paling luas.

Bank di kategori ini boleh:

  • Melakukan semua jenis kegiatan perbankan
  • Menyertakan modal hingga 35% di lembaga keuangan global
  • Membuka cabang di seluruh dunia
  • Menawarkan produk dan layanan tanpa batasan
Bank KBMI 4Estimasi Modal Inti
Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rp270 triliun
Bank MandiriRp250 triliun
Bank Central Asia (BCA)Rp240 triliun
Bank Negara Indonesia (BNI)Rp175 triliun

Target Penyaluran Kredit UMKM

Selain mengatur cakupan layanan, sistem BUKU/KBMI juga menetapkan target minimum penyaluran kredit kepada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Berikut targetnya berdasarkan ketentuan OJK dan BI:

Kategori BankTarget Kredit UMKM
KBMI 155% dari total pinjaman
KBMI 260% dari total pinjaman
KBMI 365% dari total pinjaman
KBMI 470% dari total pinjaman

Manfaat BUKU/KBMI Bagi Nasabah

Sistem klasifikasi ini bukan hanya urusan regulator dan bank. Sebagai nasabah, memahami kategori KBMI bank Anda punya manfaat langsung:

1. Keamanan Dana Bank dengan modal inti besar (KBMI 3 dan 4) umumnya lebih stabil secara finansial. Dana nasabah di bank-bank ini relatif lebih aman karena kemampuan bank menghadapi risiko lebih tinggi.

2. Pilihan Layanan Bank KBMI 4 menawarkan layanan paling lengkap, mulai dari tabungan, kredit, investasi, hingga transaksi internasional. Jika Anda butuh layanan lintas negara, bank KBMI 4 adalah pilihan terbaik.

3. Pertimbangan Investasi Bagi investor saham, kenaikan kategori KBMI bisa berdampak positif pada harga saham bank. Sebaliknya, penurunan kategori bisa menjadi sinyal peringatan.

4. Bunga dan Biaya Bank KBMI 4 cenderung memberikan bunga tabungan dan deposito lebih rendah karena mereka sudah memiliki basis nasabah besar. Bank dengan kategori lebih rendah kadang menawarkan bunga lebih tinggi untuk menarik nasabah baru.

Cara Memilih Bank Berdasarkan KBMI

Berikut langkah praktis memilih bank yang tepat berdasarkan kategori KBMI:

Kenali Kebutuhan Anda

Tentukan dulu tujuan utama Anda: menabung, mengajukan kredit, investasi, atau transaksi internasional. Kebutuhan ini menentukan kategori bank minimum yang Anda butuhkan.

Cek Kategori KBMI Bank

Kunjungi situs OJK atau cari informasi kategori KBMI bank yang Anda pertimbangkan. Pastikan bank tersebut memiliki izin untuk layanan yang Anda butuhkan.

Bandingkan Bunga dan Biaya

Bank KBMI 4 belum tentu selalu lebih murah. Bandingkan suku bunga tabungan, biaya administrasi, dan biaya transfer antar bank sebelum memutuskan.

Pastikan Perlindungan LPS

Semua bank di Indonesia yang terdaftar di OJK dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Pastikan bank pilihan Anda terdaftar.

Evaluasi Reputasi dan Layanan Digital

Di era digital, kemudahan mobile banking dan layanan online sama pentingnya dengan kekuatan modal. Pilih bank yang menawarkan kombinasi keamanan modal dan kemudahan akses.

Kesimpulan

BUKU Bank adalah sistem klasifikasi perbankan Indonesia yang mengelompokkan bank berdasarkan modal inti. Sistem ini kini resmi digantikan oleh KBMI, dengan ambang batas modal inti yang lebih tinggi.

Bagi nasabah, memahami kategori KBMI membantu Anda memilih bank yang tepat. Bank KBMI 4 menawarkan layanan terlengkap dan keamanan tertinggi, tetapi bank dengan kategori lebih rendah bisa menawarkan bunga yang lebih kompetitif.

Yang terpenting, pastikan bank pilihan Anda terdaftar di OJK dan dilindungi LPS. Dengan begitu, dana Anda aman hingga Rp2 miliar per rekening.

Jika Anda ingin membandingkan produk keuangan terbaik di Indonesia, kunjungi halaman rekening tabungan terbaik atau pinjaman online terbaik kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan buku bank?

BUKU Bank adalah singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha, yaitu sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti. Sistem ini kini resmi digantikan oleh KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) oleh OJK.

Apa beda bank buku 1, 2, 3, 4?

Perbedaannya terletak pada jumlah modal inti dan cakupan layanan. Dengan sistem KBMI baru: KBMI 1 memiliki modal hingga Rp6 triliun dengan layanan terbatas, KBMI 2 (Rp6-14 triliun) dengan layanan lebih luas, KBMI 3 (Rp14-70 triliun) bisa beroperasi di kawasan Asia, dan KBMI 4 (di atas Rp70 triliun) bisa beroperasi secara global.

Buku bank ada berapa?

Ada 4 kategori dalam sistem BUKU/KBMI, yaitu kategori 1, 2, 3, dan 4. Semakin tinggi kategorinya, semakin besar modal inti bank dan semakin luas cakupan layanan yang boleh ditawarkan.

Bank apa saja yang masuk KBMI 4?

Bank yang masuk KBMI 4 (modal inti di atas Rp70 triliun) saat ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI). Ini adalah empat bank terbesar di Indonesia.

Apa bedanya BUKU dan KBMI?

BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) dan KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) pada dasarnya sama, yaitu sistem klasifikasi bank berdasarkan modal inti. KBMI adalah pengganti resmi BUKU yang ditetapkan OJK melalui POJK Nomor 12/POJK.03/2021, dengan ambang batas modal inti yang lebih tinggi.

Komentar

Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.

Apakah Anda Stres Soal Uang?

Yuk, berlangganan Financer Stacks panduan keuangan mingguan yang membantu Anda menguasai dasar-dasar keuangan, meningkatkan pendapatan tambahan, dan menciptakan kehidupan di mana uang bekerja untuk Anda. Gratis!

Dengan mengirimkan formulir ini, Anda setuju untuk menerima email dari Financer dan menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat Ketentuan.