Wiki
Apa Itu Buku Bank? Panduan Lengkap BUKU dan KBMI
- BUKU adalah sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan modal inti, kini digantikan oleh KBMI
- Terdapat 4 kategori: KBMI 1 (hingga Rp6 triliun) sampai KBMI 4 (di atas Rp70 triliun)
- Semakin tinggi kategori, semakin luas layanan dan semakin aman dana nasabah
- Bank KBMI 4 seperti BCA, BRI, Mandiri memiliki modal inti terbesar di Indonesia
Kami mematuhi
5 menit membaca | Investasi
BUKU Bank adalah sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti. Singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha, sistem ini menentukan layanan apa saja yang boleh ditawarkan oleh sebuah bank.
Pada 2026, OJK telah menggantikan istilah BUKU dengan KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti). Meski nama resminya berubah, konsepnya tetap sama: bank dikelompokkan berdasarkan kekuatan modalnya.
Artikel ini membahas secara lengkap tentang sistem BUKU/KBMI, kategorinya, daftar bank di setiap tingkatan, dan apa artinya bagi Anda sebagai nasabah.
Poin Utama
- BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) adalah sistem klasifikasi bank berdasarkan modal inti, kini resmi digantikan oleh KBMI
- Terdapat 4 kategori: KBMI 1 (hingga Rp6 triliun) sampai KBMI 4 (di atas Rp70 triliun)
- Semakin tinggi kelompok KBMI, semakin luas cakupan layanan dan semakin aman dana nasabah
- Bank KBMI 4 seperti BCA, BRI, dan Mandiri memiliki modal inti terbesar di Indonesia
- OJK berencana menghapus kategori KBMI 1 dan mewajibkan modal inti minimal Rp6 triliun
Apa Itu BUKU Bank?
BUKU adalah singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha. Ini adalah sistem yang digunakan untuk mengelompokkan bank-bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti yang mereka miliki.
Sistem ini pertama kali diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012, kemudian diperbarui melalui Peraturan OJK Nomor 6/POJK.03/2016.
Modal inti adalah dana utama yang dimiliki bank untuk menjalankan operasional. Terdiri dari modal yang disetor oleh pemilik, ditambah keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi pajak.
Semakin besar modal inti, semakin kuat posisi keuangan bank tersebut. Bank dengan modal inti besar juga lebih mampu menghadapi risiko dan menjaga keamanan dana nasabah.
Pengelompokan ini tidak hanya berlaku untuk bank konvensional tetapi juga untuk bank syariah.
Perubahan dari BUKU ke KBMI
Pada Agustus 2021, OJK resmi mengganti sistem BUKU menjadi KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) melalui POJK Nomor 12/POJK.03/2021.
Perubahan ini bukan sekadar ganti nama. Ambang batas modal inti untuk setiap kategori juga berubah. Berikut perbandingannya:
| Kategori | BUKU (Lama) | KBMI (Baru) |
|---|---|---|
| Kategori 1 | < Rp1 triliun | Hingga Rp6 triliun |
| Kategori 2 | Rp1 - Rp5 triliun | Rp6 - Rp14 triliun |
| Kategori 3 | Rp5 - Rp30 triliun | Rp14 - Rp70 triliun |
| Kategori 4 | Rp30 triliun | Rp70 triliun |
Dengan aturan baru ini, batas modal inti minimum juga dinaikkan menjadi Rp3 triliun. Artinya, bank-bank kecil yang sebelumnya masuk BUKU 1 harus meningkatkan modal mereka atau melakukan konsolidasi.
Pada 2026, OJK bahkan berencana menghapus kategori KBMI 1 sepenuhnya. Bank-bank di kelompok ini diminta menaikkan modal inti di atas Rp6 triliun, melalui merger, akuisisi, atau penambahan modal.
Komponen BUKU/KBMI Bank
Ada beberapa komponen utama yang menentukan kategori bank dalam sistem BUKU/KBMI:
1. Modal Inti
Dana utama yang dimiliki bank untuk menjalankan usahanya. Semakin besar modal inti, semakin luas cakupan bisnis yang diizinkan oleh regulator.
2. Kegiatan Usaha
Jenis layanan yang boleh ditawarkan bank. Bank KBMI 1 hanya boleh menawarkan layanan dasar, sedangkan bank KBMI 4 bisa beroperasi hingga skala internasional.
3. Jaringan Kantor
Bank dengan kategori lebih tinggi diizinkan membuka cabang lebih luas, termasuk di luar negeri.
4. Penyertaan Modal
Persentase penyertaan modal yang diizinkan berbeda per kategori. Bank KBMI 3 bisa menyertakan modal 25% di lembaga keuangan Asia, sedangkan bank KBMI 4 bisa hingga 35% secara global.
Daftar Bank KBMI 1
Bank KBMI 1 memiliki modal inti hingga Rp6 triliun. Ini adalah kategori terendah dengan cakupan layanan paling terbatas.
Bank di kelompok ini hanya diizinkan melakukan kegiatan dasar seperti:
- Penghimpunan dan penyaluran dana
- Pembiayaan perdagangan (trade finance)
- Kegiatan sistem pembayaran dan e-banking terbatas
- Perdagangan valuta asing
- Penyertaan modal sementara untuk penyelamatan pembiayaan
Contoh bank KBMI 1 antara lain Bank Pembangunan Daerah (BPD) kecil dan bank swasta regional.
Perlu dicatat bahwa OJK berencana menghapus kategori ini dan mengharuskan semua bank memiliki modal inti minimal Rp6 triliun.
Daftar Bank KBMI 2
Bank KBMI 2 memiliki modal inti antara Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Bank di kategori ini punya cakupan layanan lebih luas dibandingkan KBMI 1.
Selain layanan dasar, bank KBMI 2 juga boleh:
- Melakukan kegiatan treasury terbatas (spot dan derivatif)
- Menyertakan modal hingga 15% di lembaga keuangan dalam negeri
- Menawarkan layanan e-banking yang lebih lengkap
Contoh bank KBMI 2 antara lain Bank DKI Jakarta, Bank Mega Syariah, dan beberapa BPD besar.
Daftar Bank KBMI 3
Bank KBMI 3 memiliki modal inti antara Rp14 triliun hingga Rp70 triliun. Bank di kategori ini sudah diizinkan beroperasi lintas negara di kawasan Asia.
Kegiatan tambahan yang diperbolehkan:
- Seluruh kegiatan treasury
- Penyertaan modal hingga 25% di lembaga keuangan kawasan Asia
- Jaringan kantor di luar negeri (terbatas kawasan Asia)
- Kegiatan valuta asing di kawasan Asia
| Bank KBMI 3 | Estimasi Modal Inti |
|---|---|
| Bank Tabungan Negara (BTN) | Rp27 triliun |
| Bank Permata | Rp28 triliun |
| Bank Mega | Rp20 triliun |
| Maybank Indonesia | Rp22 triliun |
| HSBC Indonesia | Rp18 triliun |
| Bank BTPN (Jenius) | Rp26 triliun |
| Bank Panin | Rp38 triliun |
| Bank Danamon | Rp40 triliun |
| CIMB Niaga | Rp48 triliun |
| OCBC NISP | Rp30 triliun |
Daftar Bank KBMI 4
Bank KBMI 4 adalah bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun. Ini adalah kategori tertinggi dengan cakupan layanan paling luas.
Bank di kategori ini boleh:
- Melakukan semua jenis kegiatan perbankan
- Menyertakan modal hingga 35% di lembaga keuangan global
- Membuka cabang di seluruh dunia
- Menawarkan produk dan layanan tanpa batasan
| Bank KBMI 4 | Estimasi Modal Inti |
|---|---|
| Bank Rakyat Indonesia (BRI) | Rp270 triliun |
| Bank Mandiri | Rp250 triliun |
| Bank Central Asia (BCA) | Rp240 triliun |
| Bank Negara Indonesia (BNI) | Rp175 triliun |
Tahukah Anda?
Menurut OJK, pada 2026 diperkirakan ada 2-3 bank dari KBMI 3 yang akan naik kelas ke KBMI 4 berkat pertumbuhan modal inti yang kuat.
Target Penyaluran Kredit UMKM
Selain mengatur cakupan layanan, sistem BUKU/KBMI juga menetapkan target minimum penyaluran kredit kepada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Berikut targetnya berdasarkan ketentuan OJK dan BI:
| Kategori Bank | Target Kredit UMKM |
|---|---|
| KBMI 1 | 55% dari total pinjaman |
| KBMI 2 | 60% dari total pinjaman |
| KBMI 3 | 65% dari total pinjaman |
| KBMI 4 | 70% dari total pinjaman |
Manfaat BUKU/KBMI Bagi Nasabah
Sistem klasifikasi ini bukan hanya urusan regulator dan bank. Sebagai nasabah, memahami kategori KBMI bank Anda punya manfaat langsung:
1. Keamanan Dana Bank dengan modal inti besar (KBMI 3 dan 4) umumnya lebih stabil secara finansial. Dana nasabah di bank-bank ini relatif lebih aman karena kemampuan bank menghadapi risiko lebih tinggi.
2. Pilihan Layanan Bank KBMI 4 menawarkan layanan paling lengkap, mulai dari tabungan, kredit, investasi, hingga transaksi internasional. Jika Anda butuh layanan lintas negara, bank KBMI 4 adalah pilihan terbaik.
3. Pertimbangan Investasi Bagi investor saham, kenaikan kategori KBMI bisa berdampak positif pada harga saham bank. Sebaliknya, penurunan kategori bisa menjadi sinyal peringatan.
4. Bunga dan Biaya Bank KBMI 4 cenderung memberikan bunga tabungan dan deposito lebih rendah karena mereka sudah memiliki basis nasabah besar. Bank dengan kategori lebih rendah kadang menawarkan bunga lebih tinggi untuk menarik nasabah baru.
Cara Memilih Bank Berdasarkan KBMI
Berikut langkah praktis memilih bank yang tepat berdasarkan kategori KBMI:
Kenali Kebutuhan Anda
Tentukan dulu tujuan utama Anda: menabung, mengajukan kredit, investasi, atau transaksi internasional. Kebutuhan ini menentukan kategori bank minimum yang Anda butuhkan.
Cek Kategori KBMI Bank
Kunjungi situs OJK atau cari informasi kategori KBMI bank yang Anda pertimbangkan. Pastikan bank tersebut memiliki izin untuk layanan yang Anda butuhkan.
Bandingkan Bunga dan Biaya
Bank KBMI 4 belum tentu selalu lebih murah. Bandingkan suku bunga tabungan, biaya administrasi, dan biaya transfer antar bank sebelum memutuskan.
Pastikan Perlindungan LPS
Semua bank di Indonesia yang terdaftar di OJK dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Pastikan bank pilihan Anda terdaftar.
Evaluasi Reputasi dan Layanan Digital
Di era digital, kemudahan mobile banking dan layanan online sama pentingnya dengan kekuatan modal. Pilih bank yang menawarkan kombinasi keamanan modal dan kemudahan akses.
Kesimpulan
BUKU Bank adalah sistem klasifikasi perbankan Indonesia yang mengelompokkan bank berdasarkan modal inti. Sistem ini kini resmi digantikan oleh KBMI, dengan ambang batas modal inti yang lebih tinggi.
Bagi nasabah, memahami kategori KBMI membantu Anda memilih bank yang tepat. Bank KBMI 4 menawarkan layanan terlengkap dan keamanan tertinggi, tetapi bank dengan kategori lebih rendah bisa menawarkan bunga yang lebih kompetitif.
Yang terpenting, pastikan bank pilihan Anda terdaftar di OJK dan dilindungi LPS. Dengan begitu, dana Anda aman hingga Rp2 miliar per rekening.
Jika Anda ingin membandingkan produk keuangan terbaik di Indonesia, kunjungi halaman rekening tabungan terbaik atau pinjaman online terbaik kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan buku bank?
BUKU Bank adalah singkatan dari Bank Umum Kegiatan Usaha, yaitu sistem klasifikasi bank di Indonesia berdasarkan jumlah modal inti. Sistem ini kini resmi digantikan oleh KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) oleh OJK.
Apa beda bank buku 1, 2, 3, 4?
Perbedaannya terletak pada jumlah modal inti dan cakupan layanan. Dengan sistem KBMI baru: KBMI 1 memiliki modal hingga Rp6 triliun dengan layanan terbatas, KBMI 2 (Rp6-14 triliun) dengan layanan lebih luas, KBMI 3 (Rp14-70 triliun) bisa beroperasi di kawasan Asia, dan KBMI 4 (di atas Rp70 triliun) bisa beroperasi secara global.
Buku bank ada berapa?
Ada 4 kategori dalam sistem BUKU/KBMI, yaitu kategori 1, 2, 3, dan 4. Semakin tinggi kategorinya, semakin besar modal inti bank dan semakin luas cakupan layanan yang boleh ditawarkan.
Bank apa saja yang masuk KBMI 4?
Bank yang masuk KBMI 4 (modal inti di atas Rp70 triliun) saat ini adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), dan Bank Negara Indonesia (BNI). Ini adalah empat bank terbesar di Indonesia.
Apa bedanya BUKU dan KBMI?
BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) dan KBMI (Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti) pada dasarnya sama, yaitu sistem klasifikasi bank berdasarkan modal inti. KBMI adalah pengganti resmi BUKU yang ditetapkan OJK melalui POJK Nomor 12/POJK.03/2021, dengan ambang batas modal inti yang lebih tinggi.

Komentar
Hanya pengguna terdaftar yang dapat meninggalkan komentar.